Bangun Jaringan, NTS Gelar 3G Akhir 2006
|
Natrino Telepon Seluler (NTS) memilih Ericsson, Huawei, dan LogicaCMG untuk mempersiapkan infrastruktur jaringan 3G. Perjanjian kerjasama dengan ketiga vendor ditandatangani di Jakarta, Kamis (5/1).
Ericsson akan menyediakan jaringan inti dan radio akses di wilayah Jabodetabek, sedangkan Huawei diserahi wilayah di luar Jadebotabek. LogicaCMG sendiri akan menyedia solusi software integrasi untuk mengolah lalu lintas data dan informasi, seperti proses billing, authentication, dan layanan berbasis intelligent network (IN).
"Pemilihan ini merupakan hasil evaluasi yang dilakukan tim kami selama sembilan sepuluh bulan," kata Kusnadi Sukarja, direktur utama NTS. Menurutnya, keberhasilan ketiga vendor menggelar jaringan 3G milik Maxis di Malaysia merupakan alasan memilihnya. Kerjasama ini juga tidak lepas dari peranan Maxis Communications yang menguasai 51 persen saham NTS.
Dengan nilai kontrak lebih dari 200 juta dollar AS, NTS berharap dapat menggelar 3G di wilayah Jakarta dan sekitarnya sebelum akhir 2006. Kusnadi sendiri tidak dapat memastikan berapa jumlah BTS yang diperlukan. Untuk mencakup seluruh wilayah Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi paling tidak minimal ada 600 BTS.
Sedangkan layanan di kota-kota lainnya di Jawa akan dimulai pada awal 2007. "Untuk kota-kota lain di luar Pulau Jawa kita sesuaikan dengan kebutuhan pelanggan," kata Kusnadi.
Selain 3G, NTS juga akan memanfaatkan infrastuktur jaringannya untuk menggelar layanan 2G. Mengenai bagaimana bentuk layanan 2G yang akan digelar - apakah seperti layanan yang digelar operator GSM/GPRS - Kusnadi tidak dapat memastikan.
"Masih kita rencanakan, yang jelas pengguna jaringan 3G tetap dapat menggunakan jaringan berbasis 2G saat tidak mendapatkan sinyal 3G," katanya. Secara teknis jaringan UMTS yang dipakai sebagai standar 3G memang merupakan evolusi dari jaringan GSM/GPRS sehingga dapat digelar bersama. NTS juga sedang menjajaki kerjasama dengan berbagai vendor penyedia konten.
NTS dengan bendera Lippo Telecom juga memegangi lisensi 2G regional untuk wilayah Surabaya dan Malang. Basis pelanggan sebanyak 20 ribu orang yang ada sekarang akan dipindahkan saat layanan 3G diluncurkan.
Saat ini, baru NTS dan Cyber Access Communication (CAC) yang memiliki lisensi penyelenggaraan 3G nasional. Masing-masing dipastikan memperoleh hak pemakaian frekuensi sebesar 10 MHz.
CAC memperoleh 15 MHz - 5 MHz mungkin akan ditarik oleh pemerintah - melalui bauty tender pada Oktober 2003. Sedangkan NTS memperoleh 10 MHz pada frekuensi 1900 MHz secara cuma-cuma pada September 2004.
Telkomsel, Indosat, XL, dan operator lain juga berkesempatan memperoleh lisensi frekuensi 3G melalui tender. Pemerintah sedang menyiapkan tender frekuensi 3G berikutnya sebesar 15 MHz pada akhir Januari.
***********************
Sumber : Kompas Cyber Media
| 14 Januari 2006 02:24:13 WIB |
Pengirim :
tux-edo |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|