Hati-hati, 'Predator Online' Mengincar Anak Anda!
|
Kapanlagi.com
Sudah merupakan hal yang lumrah kalau orang-orang membuat jaringan sosial lewat dunia maya. Terutama bagi para remaja, apa lagi manfaat teknologi internet kalau bukan untuk mencari kawan. Tapi, apa jadinya kalau teknologi itu disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, untuk melakukan kejahatan seksual?
Insiden itu terjadi di wilayah Middletown, negara bagian Connecticut, Amerika Serikat. Sebuah situs pencari teman yang sangat populer di Amerika, bernama MySpace.com diduga menjadi penyebab terjadinya pemerkosaan dan pembunuhan 7 orang gadis remaja yang berusia antara 12 hingga 16 tahun.
Pasalnya, dalam situs tersebut tersedia fasilitas yang memungkinkan para penggunanya mengetahui identitas sesama teman mereka di dunia maya, mulai dari tempat tinggalnya, dimana mereka bersekolah, bahkan hingga wajah asli mereka. Tapi siapa sangka, kalau yang memanfaatkan situs seperti itu tak hanya remaja, orang dewasa juga banyak.
Dan hal itulah yang membuat para orangtua, guru-guru serta pihak kepolisian sangat khawatir kalau anak-anak mereka nantinya mendapat masalah gara-gara mengakses situs pencari kawan seperti MySpace.com itu yang sangat memudahkan mencari teman sebanyak-banyaknya secara instan.
Seperti kasus yang terjadi di wilayah Middletown, Connecticut itu, dimana para remaja putri yang berasal dari daerah itu, diperkosa dan dibunuh secara keji. Kabarnya, sebelum terjadi tindak kriminal itu, mereka satu-persatu sempat dihubungi lewat pesan di account MySpace-nya masing-masing oleh pria tak dikenal yang mengaku sebagai remaja.
Bahkan karena mudah tertipu, ada seorang korban yang membolehkan pria hidung belang itu masuk ke dalam kamarnya, padahal kedua orangtuanya masih berada di dalam rumah. Masih banyak kasus lain yang hampir serupa terjadi di wilayah Amerika Serikat, hingga membuat banyak orangtua dan sekolahan disana yang mencap buruk situs MySpace, walaupun ketakutan mereka itu sebenarnya terkesan sangat berlebihan.
Adalah Joseph Dooley, seorang pensiunan FBI yang pernah memimpin sekaligus mempelopori penyelidikan tindak kriminal di dunia maya. Ia masih ingat bagaimana saat ruang chat di America Online (AOL) bisa menjadi penyebab kasus pemerkosaan. Setelah diselidiki, penyebabnya ternyata karena banyak remaja yang dengan gampangnya memberitahukan profil mereka secara mendetail saat berinteraksi di ruang chat.
Untuk itu, Dooley menyarankan pada setiap orangtua agar selalu mengawasi anak-anaknya saat melakukan aktivitas di internet. "Anak-anak harus tahu, bahwa di dunia maya, mereka sebenarnya tidak tahu siapa yang sedang diajak bicara," katanya tegas.
Kasus yang terjadi pada seorang gadis berusia 14 tahun, bernama Judy Cajuste, yang ditemukan tewas di tempat pembuangan sampah dengan kondisi mengenaskan tanpa busana, di Newark, New Jersey bisa jadi membuat para orangtua semakin ngeri. Pasalnya setelah insiden itu, polisi menemukan bahwa dia ternyata sempat berhubungan intens dengan seorang lelaki yang mengaku berusia 20 tahun di situs MySpace.
Akibatnya, banyak sekolah disana yang memberikan respon negatif dengan memblokir akses internet untuk setiap siswanya. Salah satu sekolah swasta di Newark, New Jersey, bahkan menyuruh semua muridnya menghapus blog pribadi mereka dari internet, dengan tujuan untuk melindungi mereka dari intaian para "predator online" tersebut.
Bahkan, tak sedikit orang tua yang menjadi over-protective menanggapi masalah ini. Contohnya seperti Ululani Stauffacher yang tinggal di kawasan Eureka, California. Ia melarang anak-anaknya mengakses situs MySpace. Stauffacher mengatakan, putrinya yang baru berusia 17 tahun pernah kabur selama dua hari dengan laki-laki berusia 19 tahun yang ditemuinya secara online.
MySpace sendiri sebenarnya tidak mengijinkan remaja yang berusia 13 tahun ke bawah untuk mendaftar sebagai anggota. Bahkan bagi yang berumur 14 dan 15 tahun disediakan pula fasilitas proteksi, dimana hanya orang yang ada dalam friends list-nya saja yang bisa mengakses profil mereka.
Tapi kebanyakan remaja justru berbohong saat mendaftar, dengan merekayasa umur mereka. Banyak juga diantaranya yang memasukkan foto dengan pose menggoda, termasuk memasukkan informasi pribadi yang seharusnya tidak dicantumkan disana. Ironisnya, mereka sama sekali tak menyadari akibat dari perbuatan mereka itu.
Tapi melarang anak-anak memakai situs pencari kawan, sama saja dengan membatasi gerak aktivitas sosial mereka. Jadi daripada melakukan pengawasan ketat selama 24 jam selama seminggu, akan lebih baik jika mengajari mereka untuk selalu bisa menjaga diri mereka sendiri, saran Steve Jones, pakar media di Universitas Illinois, Chicago.
Chris DeWolfe, pengelola eksekutif situs MySpace, juga menyarankan agar setiap orang tua berbicara pada anak-anak mereka tentang keamanan dalam berinternet, tetapi kebanyakan orangtua malah mengabaikan hal itu hingga akhirnya terlambat melakukan upaya pencegahan.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|