Liga Arab Nyatakan Kartun Nabi Tanda Perang Lawan Islam
|
Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Musa hari Senin menyatakan kartun Nabi Muhammad merupakan bagian dari "perang melawan Islam", bukan gejala benturan kebudayaan.
Pada pembukaan sidang Persatuan Parlemen Arab (APU) itu, ia juga mendesak parlemen Arab menekan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mencapai penyelesaian "keras" atas persoalan tersebut.
"Saya pikir, masalah itu tidak menyinggung sengketa antarbudaya. Kami harus menjelaskan persoalan itu pada tempat nyatanya, itu adalah perang melawan Islam," katanya pada sidang yang dibuka di loka wisata Laut Mati tersebut.
"Saya mendesak Anda mengirim pesan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menangani masalah itu secara keras agar kita dapat berhubungan pada masa depan tidak atas dasar ukuran ganda," katanya.
Amr Musa bukan tokoh pertama mengatakan bahwa kartun menghina Nabi Muhammad itu merupakan serangan terhadap Islam.
Mantan Presiden Iran Akbar Hashemi-Rafsanjani awal Februari 2006 menyebut kartun menghina Nabi Muhammad itu sebagai "siasat tergalang terhadap Muslim".
"Ini siasat tergalang terhadap Muslim untuk memaparkannya sebagai teroris," kata Rafsanjani pada salat Jumat di Teheran.
"Ini langkah paling kasar sejumlah suratkabar, karena menghina kesucian 1,6 miliar Muslim seluruh dunia," kata ulama moderat itu.
Rafsanjani, yang masih memainkan peran berpengaruh dalam percaturan politik negeri itu, menyatakan setiap Muslim di dunia, tidak peduli taat atau tidak, akan marah jika nabinya dilecehkan.
"Jika menghina sosok tersuci 1,6 miliar dinyatakan sebagai kebebasan mengungkapkan pendapat, maka Muslim juga dapat membuat dirinya melakukan kebebasan serupa dan masuk ke panggung melawan Anda (Barat), bahkan lebih buruk daripada yang sudah dilakukan," tambah mantan presiden itu.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan penghinaan itu bertujuan menguji penerimaan negara Islam dan dunia Muslim. "Kalau penghinaan seperti itu diabaikan kaum Muslim, maka gerakan anti-Islam akan masuk ke tahap lebih dalam," katanya.
Menteri Luarnegeri Iran Manuchehr Mottaki menyeru Organisasi Konferensi Islam (OIC) betul-betul mengusut unsur di balik serangan tergalang semacam itu atas dunia Islam.
Kapanlagi.com
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|