|
|
| This Page is now Under Construct |
|
Belum Menjadi Anggota ? Silahkan Sign Up |
|
|
|
| Home |
News |
Kegiatan |
Perusahaan |
Lowongan |
Feedback |
KUIS |
Artikel |
About Us |
Contact Us |
|
|
|
|
Artikel |
|
Artikel 1 |
|
Kemana setelah wisuda? (detail)
|
|
Artikel 2 |
Apa itu Proaktif? (detail)
|
|
Artikel 3 |
Memompa semangat saat menanti pekerjaan... (detail)
|
|
Artikel 4 |
Cow or Chicken ? (detail)
|
|
Artikel 5 |
Meningkatkan Produktivitas Kerja (detail)
|
|
Artikel 6 |
TIP PRAKTIS LANCAR BERBAHASA ASING (detail)
|
|
|
|
Artikel 5 |
Meningkatkan Produktivitas Kerja |
Post Date : MArch 07, 2006
Meningkatkan Produktivitas Kerja
Memiliki karyawan yang produktif adalah impian setiap manajemen perusahaan. Bagaimana tidak? Produktivitas tinggi akan membawa perusahaan ke tonggak kesuksesan. Namun mendorong karyawan agar produktif tidaklah mudah.
Menuntut karyawan terus menerus tanpa memperhatikan kondisi mereka bukanlah hal yang bijaksana. Alih-alih produktifitas meningkat, lama-lama karyawan justru patah arang. Untuk menyiasatinya, simak beberapa hal berikut :
Lingkungan kerja
Lingkungan kerja bagi karyawan memegang peranan penting untuk meningkatkan produktifitas bekerja. Bahkan, hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan utama bagi seseorang untuk melamar bekerja di sebuah perusahaan.
Lingkungan kerja yang dimaksud disini bias mencakup segi fisik dan psikologisnya. Dari segi fisik, lingkungan yang kondusif bias dicapai dengan adanya fasilitas yang memadai untuk mendukung kerja karyawan dan memberi suasana yang nyaman untuk bekerja. Dari segi psikologis, lingkungan kerja yang kondusif bias dicapai melalui hubungan yang terjalin dengan baik dan menghindari terjadinya konflik. Dalam banyak kasus, banyak karyawan masih "menolerir " fasilitas yang kurang memadai, asalkan suasana kerja nyaman dan menyenangkan.
Atasan
Hubungan atasan dengan anak buah tak diragukan lagi sangat mempengaruhi produktifitas kerja. Respek anak buah tak bias diperoleh dari sikap arogan. Sebaliknya, hubungan yang terlalu akrab layaknya teman juga membuat bawahan dapat kebablasan. Meski cukup sulit untuk dipraktekkan, tapi idealnya hubungan atas-bawahan harus cukup terbuka untuk menjalin komunikasi namun tetap ada ruang untuk menyelia pekerjaan bawahan. Atasan yang baik mestinya terbuka dalam memuji prestasi karyawan dan memberi kritik membangun dimana perlu.
PENGHARGAAN
Setiap orang tentunya ingin memperoleh penghargaan atas kerja kerasnya. Adanya penghargaan khusus/tertentu pada karyawan teladan atau yang berhasil meraih target-baik kepada perorangan maupun tim- akan menumbuhkan persaingan sehat diantara karyawan itu sendiri dan berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Bentuk penghargaan ini bias berbagai macam, baik melalui hadiah, bonus atau promosi kerja. Satu hal yang harus diingat, selama karyawan bekerja dengan hati senang, maka produktifitas pun akan meningkat.
Kompas, 26 feb 2006
|
|
|
Infocomcareer Development Center @2006
|
STTTelkom Ged D 103, Jl Telekomunikasi No 1 Bandung 40257 . Telp +62 22 70820227 / +62 22 7564108 ext 2063 . Fax +62 22 7565200 / +62 22 7562721 |
|