Kronologi Kasus Keributan Futsal III
|
Kronologi Kasus Keributan Futsal III
(berdasarkan notulensi pertemuan di sekretariat BEM)
Hari/Tanggal : Jum at, 23 Desember 2005
Waktu : Pk. 23.00 s.d selesai
Pemimpin : Tri Wahyu Yunianto
Notulensi : Admin-PPM
Presensi : Budi
Edo
Tohom
Imam
TW
Widdy
Agenda : 1. Pembukaan
2. Klarifikasi kronologis kejadian
3. Tanya jawab
4. Penutup
Uraian
1. Acara dibuka oleh Widdy selaku Menteri PPM BEM KBM STT TELKOM periode 2005-2006 pada Pk.23.00 dengan mengucapkan basmallah
2. Selanjutnya Acara diserahkan pada Presma dengan pelurusan masalah dari undangan.
3. Kemudian Saudara TW menanyakan kronologis kejadian / duduk masalah yang sebenarnya terjadi.
4. Saudara Edo sebagai Official team IF menjawab kejadian bermula pada saat kdudukan pertandingan sama, menegangkan lalu ada pelanggaran yang terjadi yang sebenarnya ini dipandang wajar yaitu peristiwa masuknya supporter ke lapangan karena merasa wasit timpang dalam hal ini. Supporter yang masuk tadi ditangani wasit dan official menyalami pemainnya untuk memberi semangat. Kerusuhan mulai terjadi.
5. Saudara TW menanyakan posisi Monang dalam hal ini.
6. Saudara Edo kembali menjawab bahwa dirinya dan saudara Monang saling menggantikan posisi official team IF. Di sini saudara edo menjelaskan bahwa tidak terjadi kontak/adu fisik saat kerusuhan berlangsung.
7. Saudara Tohom menambahkan bahwa Imam dan Monang bertemu di lorong setelah permainan usai dan saudara Tohom berusaha menahan saudara Monang agar kontak fisik tidak terjadi. Lalu dari kejauhan kelihatan Dedi lompat memasuki lapangan mendekati Imam dan Monang. Saat ini keributan berlangsung hampir semua penonton menjadi rusuh. Keadaannya Dedi ada di lapangan sedangkan Monang ada di luar dan jelas bahwa mereka tidak mungkin bertemu karena tertutup jaring pengaman futsal. Monang dan Dedi tidak berjumpa bahkan bersentuhan pun tidak. Lalu semua bubar.
8. Saudara TW menanyakan masalah pemukulan yang acap kali didengar.
9. Saudara Tohom menjawab tidak diketahui siapa memukul siapa saat itu karena keadaan benar-benar rusuh. Dedi, Monang dan Imam tidak ada adu fisik dalam hal ini. Dedi memang berusaha mendekati Monang tetapi keburu ditahan massa.
10. Saudara TW mananyakan peristiwa pasca pertandingan tepatnya di luar lapangan seperti apa. Kabarnya ada yang ngejar, siapa mengejar siapa?
11. Saudara Tohom menjawab bahwa Dedi mengejar Monang. Karena Dedi dan Tohom tidak bermasalah maka Dedi minta maaf kepada Monang saat itu.
12. Saudara TW menanyakan posisi Saudara Budi/
13. Saudara Budi menjawab bahawa posisinya jauh (di depan sekre SWS) dan sama sekali tidak terlibat dalam hal ini.
14. Saudara Tohom menambahkan bahwa dia berusaha memegang saudara Budi.
15. Saudara Edo mengatakan bahwa sebenarnya yang terjadi tidak lebih salah paham saja. Mengira ingin menghajar, padahal punya maksud ingin menanyakan lalu dibela teman secara berlebihan mengakibatkan kerusuhan. Pemukulan sendiri dilansir terjadi di depan sekre KSR namun tidak diketahui dari pihak mana pemukulan itu berasal.
16. Saudara TW menanyakan soal kumpul-kumpul pasca kerusuhan.
17. Dijawab oleh saudara Tohom tidak ada.
18. Saudara TW menyambung pertanyaan tentang pencarian saudara Imam dan Dedi.
19. Saudara Budi menanggapi bahwa pihaknya sebenarnya tidak ingin mengurusi kedua team baik IF maupun TI karena telah memiliki sebuah club.
20. Saudara TW mengulangi pertanyaan pencarian Imam dan Dedi.
21. Ditanggapi saudara Tohom bahwa dia tidak mengetahui masalah itu. Yang jelas Budi dipanggil Bu Rita selaku pembina UKKSU. Padahal saudara Budi tidak terlibat sama sekali masalah ini.
22. Saudara notulen menanyakan yang terjadi versi Imam.
23. Imam menjawab kurang lebih sama dengan yang diungkapkan oleh saudara Tohom dan saudara edo. Namun pasca pertandingan, saudara Imam pergi ke rumah saudara menjenguk tante yang sakit. Karena itu tidak mengetahui juga pasal pencarian terhadap dirinya.
24. Saudara TW lalu menyambung pertanyaan ancam mengancam di antara kedua pihak.
25. Pertanyaan ini ditanggapi saudara Budi dengan ini sebenarnya adalah usaha provokasi yang berusaha membesar-besarkan masalah. Masalahnya sendiri sebenarnya telah selesai. Hanya kini butuh pemulihan nama baik terhadap dirinya maupun organisasi (UKKSU). Pemanggilan-pemanggilan seperti ini dirasakan sangat mengganggu terutama bagi yang sedang menggarap Tugas Akhir (Edo).
26. Saudara Tohom lalu menanyakan gosip bunuh-membunuh yang beredar berasal darimana.
27. Lalu dari versi Imam juga mengatakan bahwa memang tidak ada kontak fisik antara dirinya dan Monang. Hanya pada saat bertemu di gerbang SC Imam melihat pelipis Dedi berdarah. Pada saat Imam menanyakan kenapa, Dedi pun tidak tahu ulah siapa.
28. Budi menegaskan kalau perihal Dedi, mungkin bisa langsung ditanyakan padanya.
29. Saudara Tohom menyangkal versi rektorat (dosen) bahwa Budi mengejar Imam padahal Budi tidak terkait masalah ini.
30. Imam mengatakan saat pelanggaran di pertandingan terjadi, lalu kartu kuning dikeluarkan oleh wasit. Saat itu Monang masuk lapangan. Lalu wasit mengeluarkan Monang dari lapangan karena Monang bukan pemain. Pada saat mau pulang, Imam dipanggil Monang. Lalu mereka ngobrol. Saat balik badan, kerumunan orang ramai di depan sekre KSR. Posisi Dedi di pojok KSR di belakang jaring. Dedi diajak oleh Imam ke kosan untuk mengobati kening yang berdarah sambil meredakan suasana. Pas pulang, Monang mengikuti dari belakang. Bertemu di kosan belakang SC. Lalu ngobrol dan Imam pulang duluan untuk ganti baju. Telepon Imam berdering menceritakan berita tadi.
31. Saudara TW memberitahukan lagi bahwa nanti akan ada penandatanganan Kesepakatan Damai.
32. Saudara Widdy menutup acara pada Pk.23.45 dengan mengucapkan hamdallah.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|