STT Telkom yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Telkom tampil gemilang sebagai pembicara pertama di forum international tingkat ASEAN diwakili oleh dosen seniornya, Priyantono Rudito. Forum tersebut adalah The First Monthly International Scientific Discussion on Education, yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Senin tanggal 27 Agustus 2007. Tema yang diusung dalam kesempatan kali ini berfokus pada bahasan mengenai Corporate Social Responsibility (CSR) on Education: How to Network for More Effective Achievement. Forum ini diinisiasi oleh Pusat Penelitian, Kebijakan dan Inovasi Pendidikan Depdiknas dan dihadiri oleh delegasi dari berbagai Negara, representative dari SEAMEO (South East Asian Ministers of Education Organisation), perusahaan multinational dan perusahaaan-perusahaan besar seperti Coca Cola, Citi Bank, Putera Sampoerna Foundation, PT Djarum dan juga institusi pemerintah lainnya seperti BAPENAS.
Priyantono Rudito yang mewakili STT Telkom dihadapan delegasi negara-negara ASEAN yang diantaranya berasal dari Filipina, Laos, Kamboja, Timor Leste dan juga perwakilan UNESCO, memaparkan secara komprehensif butir-butir pemikirannya dalam kerangka bahasan yang berkaitan dengan CSR Strategic Initiatives, In Search of a More Effective CSR Framework. Respond yang diperoleh sangat positif, ditandai oleh antusiasme peserta forum dalam mengajukan pertanyaan kepada pembicara dari STT Telkom ini. Tidak kurang dari perwakilan UNESCO dan juga dari Putera Sampoerna Foundation memanfaatkan waktu lunch break untuk menggali lebih dalam tentang segala sesuatunya yang disampaikan oleh Priyantono. Mereka menyampaikan apresiasi dan ketertarikannya terhadap konsep Strategic and Integrated CSR Development yang ditawarkan Priyantono Rudito kepada forum. Delegasi dari Timor Leste bahkan meminta secara khusus untuk dapat diberikan kesempatan mendapatkan knowledge sharing lebih lanjut secara lebih mendalam. Hal ini tentu saja sangat membanggakan tidak saja jajaran YPT atau STT Telkom, tetapi juga PT. Telkom sebagai korporasi yang menekankan pentingnya penyiapan SDM untuk tampil di dunia international, seperti yang selalu disampaikan oleh Direktur Human Capital and General Affairs. Betapa tidak, hal ini telah membuktikan prestasi insan Telkom yang telah mendapatkan pengakuan international di bidang akademik dan scientific knowledge.
Pada intinya konsep yang disampaikan Priyantono Rudito, yang saat ini tengah mempersiapkan rencana studinya di tingkat doctoral (S3), adalah suatu pendekatan inovatif untuk melakukan transformasi CSR, dari yang bersifat traditional menjadi Integrated and Strategic CSR, yang tidak saja memperhatikan aspek Generic Social Impact yang sekedar memitigasi dampak negatif dari operasional perusahaan dalam bentuk donasi sosial, tetapi juga melibatkan aspek 1). Value Chain Social Impacts dan 2). Social Dimensions of Competitiveness Context dari industri ICTM (Information and Communication Technology and Management) yang selama ini digeluti Telkom dan dan menjadi fokus knowledge dari institusi pendidikan di bawah YPT.
|