Dalam Panduan Penyusunan Proposal Program Pengembangan Softskill bagi Mahasiswa (5PSM), Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Fasli Jalal menyebutkan,"Umumnyastakeholder menginginkan pekerjanya mempunyai kemampuan kognitif (IPK yang tinggi), juga memiliki soft skillseperti motivasi kerja tinggi, kemampuan beradaptasi dengan perubahan, kompetensi interpersonal, dan orientasi nilai yang menunjukkan kinerja yang efektif,oleh sebab itu mahasiswa harus diberi kesempatan untuk melakukan proses pembelajaran (learning process) yang berwawasan kognitif (hard skill) serta pengembangan sikap perilaku (softskill)yang hasilnya dapat menjawab kebutuhan pengguna jasa (stakeholders) dan mempunyai kemampuan untuk menciptakan kerja (enterpreunership).
Menurut Direktorat Kelembagaan Supeno Djanali, dalam 5PSM, untuk mempersiapkan lulusan berkualitas, setiap perguruan tinggi harus melakukan program pengembangan kemahasiswaan melalui program penalaran dan keilmuan; bakat, minat, dan kemampuan; kesejahteraan ; kepedulian sosial dan kegiatan penunjang sehingga dapat meningkatkan soft skill dan kesiapan mahasiswa untuk bersaing,memecahkan masalah, serta mengambil keputusan.
Daya serap tenaga kerja di Indonesia terbilang rendah ditengah terbatasnya lapangan kerja dan tingginya tuntutan penyerap tenaga kerja atas kualitas SDM yang diinginkannya. Berdasarkan World Competitiveness Yearbook (2004) daya saing SDM Indonesia berada pada urutan paling rendah jika dibandingkan Singapura (peringkat 2), Malaysia (16), Thailand (29) dan Philipina (52).
Daya serap tenaga kerja di Indonesia terbilang rendah ditengah terbatasnya lapangan kerja dan tingginya tuntutan penyerap tenaga kerja atas kualitas SDM yang diinginkannya. Berdasarkan World Competitiveness Yearbook (2004) daya saing SDM Indonesia berada pada urutan paling rendah jika dibandingkan Singapura (peringkat 2), Malaysia (16), Thailand (29) dan Philipina (52).
Maka, UU no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menetapakn tiga indicator pendidikan yang harus dicapai,yakni kognitif, afektif dan psikomotor. Sedangkan Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi (HELTS-High Education Long Term Strategy) 2003-2010 merumuskan tiga kebijakan dasar pengembangan pendidikan tinggi yaitu daya saing bangsa, otonomi dan desentralisasi serta kesehatan organisasi. Kedua dasar ini plus masih rendahnya kualitas soft skill lulusan perguruan tinggi di Indonesia mendorong Dikti(Direktorat Pendidikan Tinggi)Depdiknas menyelenggarakan PHK(Program Hibah Kompetisi),yaitu memberikan pendanaan berbasis kompetisi antarperguruan tinggi atas penyelenggaraan program pengembangan soft skill bagi mahasiswa.
Dan IT Telkom mendapat kesempatan mengikuti program itu pada tahun 2008.Selamat dan sukses kepada semua pihak atas PHK-1. Semoga lolos ke program PHK selanjutnya untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi mahasiswa, kapasitas internal pengelola IT Telkom dan memperoleh model sistem pengembangan soft skill yang lebih tepat. -admin- |