MAIN MENU
Searching
Search:
Didukung oleh
portal mahasiswa stttelkom Sisfo
nedcom
indect2008
perpustakaan stttelkom
astacala
fast

gemastik
qronis

ypt telkom
Detail

"Si Patok Layangan" yang Kian Mengangkasa, Dr.Ir.Rendy Munadi,MT

Sosok Rendy yang dinamis, kerap menuai kesan 'anti santai'. Dengan gayanya yang cuek, dia menanggapi,“Kalau banyak santai tidak akan menghasilkan sesuatu sehingga tidak punya 'nilai jual'.”Hal itu disadarinya sewaktu berada di lingkungan industri saat menjabat sebagai Staf Direktorat Teknologi PT.IPTN (1986-1991) dan Test Commissioning Engineer Siemens-AG (1991-1993).

Mengenang masa aktif di dunia industri, Rendy bercerita,"Industri itu keras, kalau santai ya gawat. Orang-orang yang berkecimpung di dunia industri selalu bekerja dinamis. Barang siapa yang mau bekerja keras, hidupnya dijamin enak dan duitnya pun banyak. Tapi barang siapa yang bermalas-malasan dijamin besok hari ia dipecat dari pekerjaannya,”.

Semasa Rendy bergelut di dunia Industri, materi bukan masalah bagi Rendy. Namun apa yang menyebabkan ayah dari Shinta Rahmawati, Subhan Riyandi, Salsa Rizkiana dan Salman Rachmadi, akhirnya berhenti juga dari kesibukannya di dunia yang menjanjikan materi berlimpah itu?

“Di industri, hidup saya lebih dari sekedar cukup. Namun hal yang paling menyedihkan adalah ketika Subhan tidak mengenali saya sebagai bapaknya, saking saya sibuk keluar lokasi seluruh Indonesia untuk test commissioning perangkat sentral digital saat itu. Akhirnya saya putuskan untuk berhenti di bidang industri,” kilah Rendy.
Tahun 1993, lelaki kelahiran Cirebon 23 Maret 1961 ini diangkat menjadi dosen Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (kini Institut teknologi Telkom). Sikap 'anti-santai' yang melekat pada dirinya pun turut melekat pada mahasiswanya. “Tanpa saya bermaksud menularkannya, mahasiswa saya jadi ikut-ikutan dinamis. Mungkin sudah naluriah,” komentar Rendy.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik IT Telkom, Rendy pernah menjadi ketua BAAK (1998-2001) dan Ketua Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi (2005-2006). Kiprah lelaki yang sempat meraih gelar sarjana Teknik Fisika dan magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung, serta gelar doktor untuk Teknik Elektro Telekomunikasi Universitas Indonesia ini tidak hanya di IT Telkom saja, Rendy juga sering aktif dalam publikasi ilmiah baik Nasional maupun Internasional.

“Sebetulnya publikasi ilmiah yang saya lakukan merupakan bagian dari proses akademik untuk menjadi guru besar,” ujar Rendy. Publikasi internasional Rendy dalam lima tahun terakhir antara lain ; A Buffer Management System for TCP/IP with Fuzzy Control over the ATM-GFR Service dalam forum VIP Simposium Internasional di Amalfi, Italia (2004) dan Performance analysis on The Implementation of Fuzzy rate Control for Real Time MPEG Video on ATM Network dalam simposium Chiba University di Jepang. Lelaki humoris ini juga pernah meraih Award The Best Paper di Italia.
“Ini adalah bukti bahwa bangsa Indonesia bisa juga berprestasi di kancah Internasional. Orang Indonesia dan masyarakat internasional itu sama, yang beda hanyalah 'antara dolar dengan rupiah',” komentar Rendy, yang baru-baru ini aktif juga dalam Global Knowledge Forum di Madinah 22-24 Juni lalu.

Namun ada sisi lain yang paling memikat hati Rendy saat melakukan perjalanan ke luar negeri. Baginya, pergi ke negeri orang adalah petualangan yang berharga yang membangkitkan romantisme masa mudanya., “Saya seperi muda lagi,” canda Dewan Pembina DKM Syamsul 'Ulum ini.

Malang melintang di dunia pendidikan, keahlian Rendy tidak bisa dipungkiri lagi. Sebut saja beberapa diantaranya seperti; Digital Switching, R2&SS7; Signaling, Softswitch Technology, MPLS Network,Traffic Engineering, High Speed Data Network, Multimedia Network, Network Planning, B-ISDN/ATM Networking, TCP/IP Protocol, Router System and standarization of Network Element, LAN & WAN Technology, WLAN (WiFi) and WMAN (WiMax) Technology, Backbone/Core Network, Softswitch Technology-NGN, IMS-Softswitch.

Lahir dan dibesarkan di kota udang Cirebon, masa remaja Rendy ketika duduk dibangku SMPN Plumbon Cirebon dan SMAN 2 Cirebon lebih banyak dihabiskan di lingkungan masjid dan organisasi sosial. Rendy cilik juga dikenal jago mengaji dirumah dan sekolahnya, SD Kasugengan Cirebon. Mengenang masa kecilnya yang paling tak terlupakan Rendy adala ketika, “Guru saya selalu menyebut saya si Patok Layangan, karena paling sering bermain layang-layang waktu itu,” Julukan gurunya,agaknya benar adanya. Kiprah pemain layang-layang yang dulu juga jago matematika itu kini semakin melambung tinggi dan bergerak lincah dikancah keilmuan nasional dan internasional.

Kampus IT Telkom  Jl.Telekomunikasi, Dayeuh Kolot, Bandung, Indonesia 40257
Tel.62-22-756 4108, Fax.62-22 756 5200   Copyright ©2007 - SISFO-IT Telkom. All Right Reserved.