BANDUNG, TRIBUN - Astri Megatari akhirnya dinobatkan sebagai Putri Jawa Barat 2008. Ia menyisihkan empat peserta lain dalam grand final Putri Jawa Barat 2008, yang digelar di Grand Ballroom Hotel Papandayan, Sabtu (2/8) malam.
Peserta dengan nomor urut satu ini sekaligus mengantongi predikat sebagai Putri Favorit Jawa Barat 2008. Predikat terakhir diraih setelah Astri mengumpulkan poin terbanyak melalui polling pesan singkat (short message service - SMS) dari penonton.
Putri cantik berambut sepunggung ini tak kuasa menahan haru ketika Putri Jawa Barat 2006, Juwita Nurwida Sari, menyematkan mahkota di kepala Astri. Bersamaan dengan itu ratusan pendukung Astri langsung bersorak gembira sambil melambaikan tangan.
Trofi serta berbagai hadiah dari para sponsor diserahkan langsung Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, didampingi Ketua Yayasan Puteri Indonesia, Wardiman Djayanegara." Harapan saya sama dengan banyak orang, ingin Putri Jawa Barat 2008 bisa berkiprah di tingkat nasional, regional, hingga ke tingkat internasional. Mereka berperan penting dalam konteks promosi aneka potensi di Jawa Barat," ujar Dede Yusuf.
Sebelum melewati lima besar, Astri Megatari lebih dulu tampil bersama 18 finalis Putri Jawa Barat 2008. Saat menegangkan begitu terasa ketika memasuki babak lima besar, persaingan semakin ketat.
Kelima juri yang berasal dari unsur Yayasan Puteri Indonesia (YPI), akademisi, perancang busana, tak segan-segan menanyakan berbagai masalah sosial politik untuk menguji wawasan peserta. Mulai pembebasan fiskal, kerja sama ekstradisi Indonesia dan Singapura, fenomena golongan putih, pemberian dana bantuan langsung tunai, hingga sikap terhadap hukuman mati yang masih diterapkan di Indonesia.
Di sela menjawab berbagai pertanyaan, para finalis masih harus menunjukkankemampuannya dalam seni musik dan tari tradisional dan modern, serta mengapresiasi puisi. Termasuk memeragakan gaun malam serta produk fesyen yang dirancang para desainer Jawa Barat. (rry)
|